Senin, 29 Maret 2010

ANALISIS SWOT DALAM MANAJEMEN

Analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threats) adalah metode perencanaan strategik yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.
Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifik dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tsb.

Tujuan SWOT
Analisis SWOT dilakukan untuk mengidentifikan kondisi internal dan eksternal yang terlibat sebagai inputan untuk perancangan proses sehingga proses yang dirancang dapat berjalan optimal, efektif dan efisien.

•S (Strength = Kekuatan) merupakan kondisi internal yg menunjang suatu organisasi
untuk mencapai objektif yg diinginkan.
•W (Weakness = Kelemahan) merupakan kondisi internal yang menghambat suatu
organisasi untuk mencapai suatu objektif yang diinginkan.
•O (Opportunity = Peluang) merupakan kondisi eksternal yang menunjang suatu organisasi untuk mencapai objektifnya.
•T (Threats = Ancaman) : merupakan kondisi eksternal yang menghambat suatu organisasi untuk mencapai objektifnya.




Visi merupakan sesuatu yang didambakan untuk dimiliki dimasa depan (what do they want to have), Visi menggambarkan aspirasi masa depan tanpa menspesifikasi cara-cara untuk mencapainya, visi yang efektif adalah visi yang mampu membangkitkan inspirasi
Misi adalah bentuk yang didambakan di masa depan (what do they want to be). Misi merupakan sebuah pernyataan yang menegaskan visi lewat pilihan bentuk atau garis besar jalan yang akan diambil untuk sampai pada visi yang telah lebih dulu dirumuskan. Keduanya tidak memiliki dimensi ukur kuantitatif (persentase, besaran waktu, dll). Sebagai konsep yang ideal visi-misi ini harus diterjemahkan lagi dalam konsep yang lebih nyata dan terukur yaitu tujuan (objective). Tujuan dalam konteks ini tidak sama dengan tujuan yang kita bahas didepan. Tujuan yang kita bahas disini adalah tujuan sebagai konsep yang jauh lebih riil.


Analisa SWOT, visi dan misi sebagai sebuah konsep memiliki interaksi yang erat, baik pada saat perumusan, pelaksanaan maupun evaluasi organisasi atau program.
Dalam skala yang lebih kecil, urut-urutan cara penganalisaan yang sama dapat diterapkan terhadap suatu program kerja, dimana setelah melakukan Analisa SWOT, menentukan Visi-Misi Program Kerja, maka program ini dapat dijabarkan targetnya, segmentasinya dan strategi aksi yang akan digunakan. Sebuah program kerja dapat dikatakan sebagai sebuah program yang lengkap apabila telah mampu menerangkan visi, misi, tujuan serta gambaran pelaksanaan yang berupa target, segmentasi dan strategi aksi yang dipilih. Kemudian dilanjutkan dengan tahapan pelaksanaan program kerja yang secara teknis persiapannya maupun pelaksanaanya akan dibahas pada bagian selanjutnya dari diklat ini. Pelaksanaan akan diikuti dengan proses evaluasi. Yang digarisbawahi disini adalah peran analisa SWOT dalam melakukan penilaian kesesuaian konsep dan pelaksanaan program saat program berjalan maupun di akhir program sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan penilaian yang obyektif dan berkesinambungan.

Nama : Indariyati
Npm : 27208044
Kelas : 4EB10

Senin, 08 Maret 2010

Tugas Minggu 1

MANAJEMEN STRATEGI


1.Pengertian Manajemen Strategi

Manajemen strategi adalah suatu seni (keterampilan), teknik, dan ilmu merumuskan, mengimplmentasikan, dan mengevaluasi serta mengawasi berbagai keputusan fungsional organisasi (bisnis dan non bisnis) yang selalu dipengaruhi oleh lingkungan internal dan eksternal, yang senantiasa berubah sehigga memberikan kemampuan kepada organisasi untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang diharapkan. Defnisi ini secara tidak langsung menunjuk dan memusatkan pada pengintegrasian manajemen, pemasaran, sumberdaya manusia, keuangan,riset dan pengembangan.

2.Proses Manajemen Strategi

Proses manajemen strategi terdiri dari 3 (Tiga) tahapan : (a) perumusan (formulasi) strategi, b) implementasi strategi, dan (c) evaluasi strategi.

Formulasi Strategi, meliputi pengembangan misi bisnis, mengidentifikasi peluang dan ancaman eksternal, mengukur dan menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, mengumpulkan alternatif, serta memilih strategi-strategi khusus yang akan diberlakukan untuk kasus-kasus tertentu. Di dalam formulasi strategi telah mencakup tentang obyek organisasi baru yang akan digarap, obyek bisnis yang akan ditinggalkan, pengalokasian sumber daya (baik sumber daya finansial maupun sumber daya non finansial), apakah perlu mengembangkan kegiatan atau diversifikasi produk, apakah akan masuk pasar internasional atau cukup pada pasar domestik, apakah diperlukan merger atau tidak, dan bagaimana menghindarkan diri dari pengambilalihan organisasi oleh pesaing. Karena tidak ada organisasi yang mempunyai sumber daya tak terbatas, maka strategi harus berani memutuskan strategi alternatif mana yang akan memberi dampak positif terbaik sehingga akan memberikan keuntungan optimal bagi perusahaan. Strategi harus memberikan keunggulan komparatif dan pada akhirnya dalam jangka panjang dapat memberikan keunggulan kompetitif.

Mengimplementasikan strategi, sering juga disebut sebagai tahapan dari tindakan manajemen strategi. Dalam tahapan ini perusahaan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan (annual objective of business), memikirkan dan merumuskan kebijakan, motivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dilaksanakan. Implementasi strategi meliputi budaya yang mendukung pengembangan organisasi bisnis, menciptakan struktur organisasi yang efektif, merefleksikan berbagai usaha pemasaran, mempersiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi, serta memotivasi individu agar mau melaksanakan dan berkerja sebaik mungkin. Implementasi strategi memerlukan kinerja dan disiplin yang tinggi yang juga harus diimbangi dengan imbalan yang memadai.

Mengevaluasi dan Mengawasi Strategi, evaluasi dan erat pengawasan merupakan tahap terakhir dalam proses strategi. Semua strategi merupakan subyek modifikasi di masa yang akan datang, sebab berbagai faktor internal dan eksternal akan selalu mengalami perubahan. Evaluasi strategi mencakup 3 hal, yaitu (1) mereview faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung, (2) mengukur kinerja yang telah dilakukan, dan (3) mengambil berbagai tindakan perbaikan. Evaluasi sangat diperlukan bagi suatu organisasi bisnis, sebab keberhasilan usaha saat ini tidak akan menjadi keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang. Bahkan keberhasilan saat ini dapat menimbulkan persoalan-persoalan baru yang berbeda. Demikian juga apabila terjadi kegagalan, maka persoalan baru muncul dan harus dihadapi agar menghidupkan kembali usaha yang sudah gagal.

Dalam suatu organisasi yang besar, proses formulasi, implementasi, evaluasi dan pengawasan strategi terdapat pada 3 (tiga) tingkatan hirarki, yaitu tingkatan corporate, tingkatan unit bisnis (divisi), dan tingkatan fungsional. Dari uraian di atas proses manajemen strategi dapat digambarkan sebagai berikut:



PRINSIP MANAJEMEN STRATEGI

1.Perencanaan Strategis Menembus (merembes),Semua manajer pada berbagai divisi harus
belajar berfikir strategis. Semua tingkat manajerial temasuk supervisor akan
terlibat dalam manajemen strategi dengan cara tertentu. Setiap tingkat pola dan
cara yang akan diambil berbeda, tetapi mengarah pada suatu tujuan yang telah
ditetapkan.
2.Proses Perencanaan Komprehensif, artinya perencaan di dasarkan pada kebutuhan dan
pengembangan usaha, bukan di buat asal-asalan.

KOMPONEN PROSES MANAJEMEN STRATEGI

1.Misi Perusahaan (organisasi), menggambarkan tujuan atau alasan mengenai keberadaan
organisasi (perusahaan). Di dalam misi telah mencakup tipe, ruang lingkup dan
karekteristik aktivitas yang akan dikerjakan
2.Tujuan, yang merupakan hasil akhir dari suatu aktivitas atau kinerja. Dalam tujuan
ini akan ditegaskan apa yang akan dicapai, kapan, berapa yang harus dicapai.
3.Strategi, yaitu keterampilan dan ilmu memenangkan persaingan. Karena persaingan
merupakan perebutan pangsa pasar (konsumen), sedangkan konsumen setiap saat
mengalami perubahan, maka strategi harus dikelola sedemikian rupa agar tujuan
jangka pendek, menengah, dan jangka panjang perusahaan dapat tercapai.
4.Kebijakan, yaitu cara mencapai tujuan perusahan. Kebijakan meliputi garis pedoman,
aturan dan peraturan serta prosedur guna mendukung usaha pencapaian tujuan.
5.Profil Perusahaan, yang menggambarkan keaadan perusahaan baik dari sisi keuangan,
sumberdaya manusia, dan sumberdaya pisik.
6.Lingkungan ekternal, semua kekuatan yang akan mempengaruhi pilihan strategi serta
mendefinisikan situasi kompotitifnya.
7.Lingkungan Internal, meliputi semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan.
8.Analisis Strategi dan Pilihan, terutama ditujukan pada keputusan investasi untuk
masa yang akan datang.
9.Strategi Unggulan, yaitu rencana umum dan komprehensif dari semua tindakan utama
yang ditujukan kepada pencapaian tujuan dalam lingkungan yang dinamis.
10.Strategi Fungsional, merupakan penjabaran dari strategi umum yang akan
dilaksanakan oleh bagian-bagian (divisi)
11.Pelembagaan Strategi.